Psychology and I Love Hooman
Perkembangan ilmu tentang
kejiwaan memang begitu pesat. Kebutuhan-kebutuhan pun semakin beragam sehingga
mampu menjadi imunisi untuk selalu melebarkan sayap untuk psikologi. Hingga
kita pun mengenal Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Sebelum ke materi
tentang PIO, terlebih dahulu kita mengetahui perkembangan ilmu kejiwaan yang
mana mampu menjadi sebuah ilmu yang mandiri. Dari banyak referensi menjelaskan
bahwa psikologi itu berasal dari filsafat dimana sebelum psikologi lahir,
banyak para filusuf berbicara tentang istilah “jiwa”. Semua membicarakan
tentang hakikatnya, subtansinya, bentuk, dan keberadaan yang mungkin tidak
mungkin. Pertentangan-pertentangan pun kerap terjadi bahkan sampai sekarang.
Jadi, dari kepedulian para cendekiawan-cendekiawan terdahulu tentang manusia
khususnya jiwa, maka munculah sebuah ‘jebolan’ ilmu yang mengkhususkan dirinya
untuk membahas tentang jiwa manusia, yakni psikologi. Secara bahasa, psikologi
sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Namun, sebagai ilmu
pengetahuan, ia dituntut untuk mengembangkan ilmu yang mana bisa diterima akal
secara universal, sedangkan untuk hakikat jiwa itu sendiri sampai sekarang
masih dipertentangkakn eksistensinya sehingga muncullah pengertian psikologi
yang lebih rasional yakni ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan
proses mental. Sebagian ilmuan yang beraliran rasional setuju dengan pengertian
ini karena dalam proses penelitian, objeknya jelas adanya dan mampu terlihat serta
yang terpenting adalah mampu diserap oleh akal. Untuk para ilmuan yang
mempercayai adanya jiwa namun belum mampu menunjukkan bagaimana hakikatnya
setuju dengan pengertian ini karena perilaku dan proses mental merupakan
manifesto dari keberadaan jiwa manusia.
Semakin ke sini, psikologi
semakin memiliki ‘ekor’ yang panjang. Pertama, kita akan mengenal tentang
psikolog umum. Dalam psikologi umum kita akan dipaparkan tentang pengertian
psikologi, ruang lingkup psikologi, the goal of psychology, sebagainya. Pada
intinya tahap ini mengenalkan kita apa itu psikologi. Selanjutnya, kita
mengenal tentang psikologi eksperimen. Psikologi eksperimen merupakan sebuah
kajian tentang bermacam-macam gejala psikis dari manusia dengan menggunakan
berbagai macam rancangan eksperimen. Sebagaimana layaknya sebuah ilmu
pengetahuan yang mana melakukan berbagai penelitian sehingga melahirkan hasil
yang bisa saja berupa teori, aturan serta prinsip-prinsip yang mampu memberikan
masukan kepada psikologi umum. Di sinilah kita mengetahui bahwa memang benar
adanya perkembangan ilmu pengetahuan selalu bergulir mengikuti arus waktu.
Terdapat pula istilah tentang
psikologi deferensial atau psikologi khusus. Psikologi khusus berangkat dari
pemahaman bahwa setiap manusia mempunyai ciri-ciri khas tersendiri dimana
berbeda satu sama lain. Lalu munculah penelitian yang menguji pemikiran
tersebut. Dasar kuat tentang tentang psikologi deferensial ini termuat dalam
sebuah buku yang berjudul Die
Differentielle Psychologie yang di tulis oleh seorang sarjana Jerman. Buku
itu mengulas secara sistematik tentang psikologi khusus dan metode-metodenya.
Melalui psikologi khusus ini muncullah psychotechniek atau kemudian hari
dikenal dengan psikometri. Psikometri adalah cabang ilmu psikologi yang
berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari
seseorang. Cabang psikologi ini menekankan keunikan seseorang, menekankan
adanya perbedaan antarmanusia.
Perpaduan antara psikologi
umum, psikologi eksperimental, dan psikologi khusus menghasilkan ilmu baru yang
bernama PIO. PIO menggunakan kaidah-kaidah yang terdapat pada ketiga jenis ilmu
psikologi tersebut. PIO mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan
kegiatan industri dan organisasi. Dipelajari guna pengembangan teori, aturan
dan prinsip psikologi baru yang berlaku umum dalam lingkup industri dan
organisasi.
Perkembangan PIO di Indonesia
tidak lepas dari pengaruh Perang dunia kedua. Awal perkembangan PIO dimulai
dari desain alat perang yang disesuaikan dengan bentuk tubuh manusia. Semua itu
bertujuan untuk mempermudah aktifitas manusia. Seperti terciptanya pesawat
telepon “pijit kenop” yang merupakan hasil eksperimen dari sarjana psikologi.
Memijit kenop tentu lebih mudah, cepat, dan cermat dibandingkan dengan memutar
angka/nomor. Di Indonesia, sejak kemerdekaan indonesia diakui secara formal
oleh belanda akhir tahun 1949, terdapat kegiatan-kegiatan psikologis dengan
menggunakan tes-tes psikologik yang dilakukan dalam bidang pendidikan,
khususnya dalam seleksi masuk ke penjurusan sekolah. Namun, hal itu semakin
meluas hingga dalam ranah industri (bisnis) dan organisasi.
#Edisikangenteori #nostalgia
#onedayonepost #ODOPbatch5

Komentar
Posting Komentar