Menyapa Pagi

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Halo, hai kawanku semua.

Jumpa lagi di tempat yang sama, tempat berbagi rasa. Kalian juga bisa kok berbagi rasa dichannel ini.
Mangga atuh....

Nah, dibawah inilah rasa yang ingin saya dialogkan. Chek it out....

Makhluk dari goa ini akhirnya keluar dari peraduannya. Sejenak merasakan hangatnya mentari. Sembari berjalan, menikmati ayunan kaki. Perlahan, membuang gundah yang lama telah bersarang.
Berjalan di pagi hari sembari menganggungkan rahmatNya cukup efektif membuang sedikit ganjalan dalam hati kita. Hal inilah yang terkadang kita lupakan. Kita berjalan seolah-olah hanya diri kitalah di dunia ini. Berjalan, dan cepat berlalu. Tanpa membawa hati dan perasaan kita.

Nah, bagi saya, berjalan di pagi hari sembari menganggungkan rahmatNya inilah waktu yang tepat untuk membawa perasaan kita. It’s time to baper, kawan-kawan. Rasakanlah bagaimana kaki kita berjalan dengan kokohnya, ayunannya, dan sadari bahwa tak semua orang memiliki anugrah yang diberikan olehNya. Rasakanlah udara yang perlahan menyapu tubuh kita, mengairi setiap kulit dan pori-pori kita. Bagi yang berhijab, rasakanlah hijab kita yang dimainkan dengan lembut oleh angin. Bagi yang tidak berhijab, rasakanlah rambut kita yang menganyun-ayun mengikuti ritmenya. Sadari riuh suara yang mengiring kita, pahami di luar sana banyak manusia yang siap kita sapa. Bagi yang merasakan kesepian, cara ini cukup efektif untuk meredakannya perlahan.

Oke, itulah yang saya rasakan di saat keluar menjadi manusia goa. Manusia kamar. Semoga kita semua dapat merasakan indahnya perasaan kita setiap saat. Aamiin...

Saya hendak sedikit bercerita, Kawan. Banyak pun tak mengapa sebenarnya. Kan minimal 300 kata? Saat sampai menulis di kalimat ini saya telah menghabiskan 222 kata. Hahaha.

Minggu, tertanggal 04/02/2018  saya dengan beberapa teman saya berjalan untuk pergi ke pasar. Pasarnya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Kalian yang mungkin orang jogja asli atau yang memang dekat dengan tempat saya, atau tukang pelesir yang menjelajah pasar di dunia pasti tahu pasar ini. Benar, ini adalah pasar talok. Tempatnya di daerah perelan kereta api di jalan Tridarma, Timoho. Asumsi saya belaka, mungkin karena banyak pohon taloknya jadi dinamakan pasar talok. Tahu talok kan? Di setiap daerah memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Di tempat saya tinggal, di Pati, dinamakan kresen atau karsem.

Tidak seperti biasanya, pasar itu padat sekali pengunjungnya. Mungkin memang bertepatan di hari minggu sehingga aktivitas manusia yang biasanya ngampus pagi-pagi, ngantor, sekolah, atau yang nggoa seperti saya ini sedang tertarik untuk belanja di pasar. Banyak pengunjung riwa-riwi, kesana-kemari. Termasuk saya dan serombongan, sudah seperti menjalankan ibadah thowaf.

Saya tak ingin berbagi tentang harga pokok di sana, karena jujur saya tidak tahu. Saya ke pasar pun tidak berbelanja, hanya sedikit membeli beberapa makanan untuk dimakan sehari itu. Saya hanya beli kue pukis yang menjadi favorit saya. Juga sayur matang untuk makan siang hari. Mumer sekali, Kawan-kawan, hanya seharga Rp. 2.000,- doang. Keinget prinsip ekonomi orang jawa dahulu. Lupa bahasa jawanya gimana, intinya, rugi itu tak mengapa yang penting bisa nambah saudara. Gitu kira-kira.

Merasa nggak penting nih tulisan ini? Hahahaha. Maaf jika dirasa demikian. Berpegang pada tujuan awal saya yakni mendialogkan rasa dan demi keabadian, maka inilah tulisan saya untuk mendialogkan rasa dan mengabadikan momen saya yang super gabut. Biarlah, tak mengapa. Biarlah ia mengalir sebagaimana takdirnya. Ikuti saja ritmenya.
Terakhir dari saya, mungkin dari kawan-kawan yang menjangkau pasar Talok ini bisalah kita jumpa di tempat ini. Sehingga kita bisa menjalin silaturahmi erat yang tak hanya lewat ketikan, tapi pertemuan dan perbincangan.

Akhiru kalam

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

#onedayonepost #ODOPbatch5


Komentar

  1. Balasan
    1. Nyontek om google, gabut perpaduan dari mager dan baper. Bawaannya badmood, be te, males mau ngapain bin bingung....

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer