Ulasan Malam

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hai semua.....
Senang bisa jumpa kembali. Senang bisa ngetik lagi, meski kemarin terdistrak akan sesuatu. Tapi itu bukan hal besar sih, hanya sesuatu...
Saya masih ingin membicarakan tentang yang masih booming sekarang ini. Benar, ini masih tentang Dilan. Sampai di saat saya menulis tulisan ini, beberapa laman di sosial media saya masih menyajikan tentang lelaki yang satu ini.
Saya ucapkan selamat kepada penulis senior saya (ngaku-ngaku, haha) Mas Pidi Baiq atas karyanya yang luar biasa ini. Mengapa tidak, karyanya mengguncang hati anak manusia. Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang ditulisnya ini? Hampir semua menanyakan pertanyaan yang sama, “Siapa Dilan?”. Artinya, semua orang ingin tahu siapa Dilan dan tentu mengenal Dilan. Sekali lagi saya ucapkan selamat ya, Mas... Kapan saya bisa berguru? (ngarep boleh lah)
Saya mengapresiasi dari gayanya Mas Pidi ini bercerita. Begitu sederhana, tapi ‘ngena’. Pas sasaran. Nggak melesat. Nggak harus menggunakan deskripsi yang ‘mulu-mulu’ diksinya tapi indah dan nikmat, minimal bagi saya. Mungkin juga bagi beberapa kalian. Oleh karena itu, muncullah banyak quote-quote romantis yang bertebaran mencuplik ucapan Dilan. Bahkan parodinya juga, hahaha....
Mas Pidi seolah menawarkan cara bercerita yang berbeda. Tak perlu ‘mulu-mulu’ itulah intinya. Tak perlu pakai bahan yang mahal, seadanya aja. Yang penting mah bagaimana kita meramunya. Itu yang saya tangkap. Mungkin kalian punya pendapat lain. Silahkan.
Sebelum munculnya Dilan hasil ketikan Mas Pidi Baiq ini, saya juga tergandrungi oleh salah satu tokoh hasil coretan tangan Kang Abik lewat novelnya Api Tauhid. Kisah ini sudah saya torehkan di tulisan sebelumnya, masih di channel yang sama. Disini. Kau tahu bagaimana perasaan saya pada saat itu? Oke, saya akan bercerita kembali, mengulas kembali tepatnya tulisan yang sebelumnya. Tapi sekena memori saya. Sekalian buat mengasah ingatan saya. Ya iya, katanya membaca lalu menulis itu mengurangi resiko alzhaimer, kan ya?
Dengan tulisan tangan dari ide-ide Kang Abik ini, muncullah sebuah ulasan biografi dari seorang ulama yang luar biasa. Ia adalah seorang alim dari tanah Nursy. Sedikit spoilernya, kalian tahu siapa orangnya? Benar, beliau adalah Badiuzzaman Said Nursi. Sebagaimana gelar namanya, beliau adalah keajaiban zaman. Memang benar, alasan kehadiran beliau pada saat itu untuk menghadapi keruntuhan kerajaan islam terakhir. Setidaknya mengulur waktu kehancurannya, dimana masih tetap saja berakhir umat muslim harus menelan kepahitan melihat Sang Singa telah mati mengenaskan.
Akhir kisah dari Sang Alim ini juga tak kalah menyakitkan bagi kita, bagi saya khususnya. Dikisahkan, sampai sekarang tidak ditemukan jasad beliau. Artinya, tidak ada makam pasti  untuk beliau. Mereka-mereka yang menghancurkan segalanya itulah yang bertanggung jawab atas itu semua. Alasan kuat, cukup satu, menistakan beliau. Tapi, tetap saja harum mawar tidak bisa dibodohi bahkan dibohongi, Kawan.
Akhirnya saya akui, tak banyak lagi yang saya ingat. Maafkan diri ini, Kawan. Jika memang tak memuaskan kisah di atas itu tak mengapa. Itulah kelemahan saya yang menguatkan saya. “Jangan malas baca lagi ya” itu kata diri saya untuk saya. Oke Kawan, berhubung waktunya telah larut, saya cukupkan cerita saya ini. Anggaplah ini spoiler di malam hari. Jika penasaran, bisa cek di halaman sebelumnya ya Kawan. scroll ke bawah, pasti ketemu. Atau tidak baca saja langsung karya Kang Abik ini. Ini tidak hanya sekedar novel, tapi apinya novel. Kalian akan terbakar pada antusias tingkat tinggi. Okelah, saya cukupkan.
Saya akhiri dengan ucapan, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Yogyakarta, 30 Januari 2018

#onedayonepost  #ODOPbatch5

Komentar

  1. Subhanallah, menarik kak. Memandang dari sisi yang lain.

    BalasHapus
  2. Keduanya belum pernah baca 😅 Tp, kayaknya si Dilan bikin penasaran 😆 Terima kasih infonya mbak,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer